Polhukam

Sindir PKS, ‘Genderang Perang’ Mulai Ditabuh Partai Demokrat di Jawa Barat

PARLEMENTARIA.COM– Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 baru digelar Juni mendatang. Walau pesta demokrasi itu masih enam bulan lagi, tampaknya suhu politik mulai memanas.

Untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat misalnya, ‘genderang perang’ sepertinya sudah ditabuh Partai Demokrat. Partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu bersama Partai Golkar mengusung Deddy Mizwar yang berduet dengan Dedi Mulyadi.

Deddy Mizwar yang akrab dipanggil Demiz merupakan incumben sebab saat ini dia masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jabar. Sementara itu, Dedi Milyadi selain Ketua DPD Partai Golkar Jabar, juga masih memegang jabatan Bupati Purwakarta.

‘Genderang Perang’ itu ditabuh Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Andi Arief. Dia menyindir Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui akun Twitternya.

Sindiran Andi Arief tersebut kemungkinan karena baru-baru ini PKS meninggalkan Deddy Mizwar. Padahal semula partai berlambang Padi-Kapas itu ingin bergandengan dengan Partai Demokrat mengusung Deddi Mizwar. “Partai Khianat Selalu,” kata Andi dalam akunnya @andiarief 27 Desember 2017.

Andi juga mencuit pernyataan yang juga menyindir PKS. “PKS cari
alasan mencampakkan Demiz ada kontrak politik dengan Demokrat.
Orang bodoh juga tahu ada kontrak politik. Cari alasan kurang cerdas,” tulis Andi.

Pada cuitan berikutnya, mantan aktivis ini juga mengatakan, meski
bukan partai Islam, Partai Demokrat memastikan mengedepankan
akhlak. Ia mencontohkan, Partai Demokrat tak membalas PKS dengan
mencabut dukungan koalisi di daerah lainnya.

“Mesti bukan partai Islam, Partai Demokrat kedepankan akhlak, tidak
akan lakukan serangan balasan dengan mencabut dukungan terhadap
Zulkieflimansyah yang maju dalam perebytan kursi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB),” kata Andi.

Pada Pilgub Jawa Barat nanti, tampaknya bakal ada tiga kontestan. Partai Demokrat bersama Partai Golkar mengusung Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. Sedangkan PKS-Gerindra mengusung Sudrajat yang berduet dengan Ahmad Syaikhu.

Sudrajat merupakan purnawirawan TNI AD. Setelah purnawirawan, yang bersangkutan dengan pangkat terakhir Mayjen dipercaya jadi Duta Besar Indonesia untuk China. Terakhir, Sudrajat menghabiskan waktu di organisasi kemasyarakatan.

Kontetan lainnya adalah calon yang diusung PDIP. Namun, sampai saat ini PDIP yang mengusung duet Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)- Djarot Syaiful Hidayat dan kalah telak pada Pilgub DKI Jakarta belum mengumumkan siapa yang diusung. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top