Polhukam

Demokrat: Deddy Mizwar Harus Intensif Bicarakan Posisi Cagub

PARLEMENTARIA.COM– Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi memastikan, partai berlambang Pohon Beringin tersebut dan Partai Demokrat belum memutuskan konfigurasi mengenai siapa yang akan menjadi calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilgub 2018.

Seperti diketahui, Dedi diusung Golkar sebagai bakal calon gubernur dan berkoalisi dengan Demokrat yang mengusung Deddy Mizwar.
“Bicara soal posisi, sampai hari ini kita tidak mau menfebatkannya,” ujar Dedi, Sabtu (30/12).

Walau demikian, Dedi memastikan, keputusan dirinya dan Deddy Mizwar untuk duet di Pilgub Jabar sudah bulat. Meski begitu, Bupati Purwakarta tersebut enggan membocorkan siapa yang menempati posisi cagub dan cawagup.

“Kita sudah menandatangani kesepakatan bersama antara DPD Golkar dengan DPD Demokrat Jawa Barat, untuk sama-sama mengusung satu pasangan,” kata Dedi.

Komitmen kuat yang dibangun dengan Partai Demokrat di Pilgub Jawa Barat, kata Dedi, yaitu fokus bekerja dalam pembangunan. Tahap pertama yang akan dilakukan adalah pembersihan Citarum.

“Bagi saya, kekuasaan itu bukan pada posisinya tetapi lebih kepada kemampuan bekerja. Saya ini pekerja dan tetap ingin bekerja, Cita-cita dasar yang ingin dilakukan ngebersihin Citarum, selama ini kan baru bisa bersihin Jatiluhur saja,” kata dia.

Ya, memang Partai Demokrat serius memastikan komitmen untuk menhunsung Deddy Mizwar berpasangan dengan Dedi Mulyadi. Namun, yang masih menjadi pertanyaan, siapa antara keduanya menjadi calon gubernur.

Soal posisi, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Syarief Hasan menyerahkan kepada Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi. Persoalan ini mesti ada pembicaraan intensif antara mereka berdua.

“Mereka harus berbicara intensif dengan pertimbangan yang rasional. Karena yang maju mereka berdua, tentunya pembicaraan itu harus ada dasar-dasar pertimbangan yang rasional,” kata Syarief.

Menurut anggota Komisi I DPR RI ini, perlu negosiasi dan kompromi.
“Karena, yang akan bersanding kan mereka berdua. Jadi, mereka lah yang menentukan dan berbicara,” demikian Syarief Hasan. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top