Polhukam

Refleksi Akhir Tahun, Masyarakat Tidak Percaya Kepada Parlemen

PARLEMENTARIA.COM– Masyarakat sudah tidak percaya kepada parlemen (DPR RI-red), Organisasi Masyarakat (Ormas) besar dan pemerintah karena merasa apa yang menjadi aspirasi rakyat tak pernah diperjuangkan wakil-wakil mereka di lembaga legislatif tersebut.

Hal tersebut dikatakan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan dalam Refleksi Akhir Tahun di Senayan, Jakarta, Kamis (29/12). “Kalau itu terus terjadi, ini bakal berdampak buruk kepada pemerintahan,” kata Zulkifli.

Jalan ke luar untuk mengembalikan kepercayaan rakyat khususnya kepada parlemen, kata Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, apa yang menjadi aspirasi rakyat harus diperjuangkan secara maksimal di parlemen.”

Bukti rakyat tidak percaya kepada parlemen, jelas wakil rakyat dari Dapil Provinsi Lampung itu, berlarut-larutnya pembahasan Rancangan Undang Undang (RUU) Minumal Beralkohol dan RUU Tembakau.

Bahkan anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut menyebut, kasus terbaru adalah masalah Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang sudah mulai meresahkan masyarakat karena prilaku sex menyimpang itu sangat tidak sesuai dengan sila dalam pancasila dan norma-norma kehidupan bangsa Indonesia.

Sementara itu, kesenjangan ekonomi yang begitu mencolok antara penduduk kaya dengan masyarakat miskin juga belum berhasil diatasi pemerintahan saat ini. Daya beli masyarakat juga menurun sehingga mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Memang pemerintah sudah bekerja keras. Ada kemajuan terutama untuk bidang infrastruktur. Tetapi, masalah ekonomi ini harus segera diatasi. Apalagi, lapangan kerja yang tersedia juga tidak mencukupi sehingga menambah besar pengangguran,” kata Zulkifli Hasan.

Selain masalah ekonomi, masyarakat juga berharap penegakan hukum yang adil. Masyarakat menilai penegakan hukum masih tebang pilih. Banyak contoh tidak pasnya penegakan hukum yang dilakukan. Bahkan ada yang menyebut hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

“Terjadinya demo besar di Jakarta seperti 212 atau sebelumnya dimana jutaan massa turun ke jalan bukanlah persoalan agama melainkan karena mereka tidak percaya kepada penegakan hukum yang terjadi. Ini semua harus segera diatasi. Bila tidak, masyarakat semakin tidak percaya dan itu sangat berbahaya,” demikian Zulkifli Hasan. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top