Polhukam

Gagal Diusung PKS Untuk Pilgub Jabar, Tidak Membuat Deddy Mizwar Sakit Hati

PARLEMENTARIA.COM– Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengaku, tidak dendam dan sedih walau Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memutuskan berkoalisi dengan partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dalam pemilihan Gubernur Jawa pada pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018.

Seperti diberitakan, PKS memutuskan mengusung Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dan Muhammad Syaikhu sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat pada pesta demokrasi yang bakal digelar pertengah tahun depan itu.

Sudrajat merupakan calon partai Gerindra. Sebelum purnawirawan, terakhir laki-laki kelahiran Sumedang 4 Pebruari 1949 itu dipercaya sebagai Dirjen Strategi Pertahanan, Kementerian Pertahanan dan Keamanan. Sedangkan Syaikhu adalah kader PKS dan dipercaya menjadi Wakil Walikota Bekasi mendampingi Rahmat Effendi.

“Saya tidak sedih. Juga tidak merasa ditinggalkan PKS. Saya bahagia karena setiap ketetapan Allah adalah yang terbaik. Kita kan tidak menduga, ada jalan keluar. Kebetulan Partai Golkar mendekat. Jadi, ini adalah ketetapan dari Yang Maha Kuasa,” kata dia, Jumat (29/12).

Menurut aktor dan sutradara sebelum terjun ke ranah politik ini, Presiden PKS, Sohibul Iman langsung mengontak dirinya dan mengabari keputusan partai berlambang padi dan kapas itu bergabung dengan Gerindra. Itu dikabarkan sebelum pasangan Sudrajat-Syaikhu diumumkan.

“Ini adalah etika politik yang harus dihargai. Beliau menyampaikan keputusan PKS. Saya respect. Dia bukan pemilik partai, ada forum tertinggi. Kita hormati dan tidak paksakan. Pak Syaikhu juga, tadinya mau datang sore, tapi saya harus ke Jakarta sehingga belum bertemu,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, Sohibul Iman jufa meminta kepada dirinya agar tetap menjaga komunikasi dengan semua bagian PKS. “Bahkan Pak Sohibul minta grup Whatsapp jangan dihapus. Isinya ada saya, ada Syaikhu dan kader PKS lain.”

Dia juga memastikan hubungan dengan Ahmad Syaikhu tidak banyak berubah. “Jadi seharusnya hari ini sebetulnya Ahmad Syaikhu mau ketemu saya. Tapi saya ada jadwal kedinasan di Jakarta. Paling besok insya Allah ketemu,” kata Deddy.

Pria yang akrab disapa Demiz ini mengaku memiliki banyak sahabat terbaik di PKS dan setelah pecah koalisi tersebut dirinya akan tetap berkomunikasi baik sebagai sahabat dengan para kader PKS tersebut. “Jadi, tik ada yang menyakiti saya. Doa saya terkabul, Pak Sudrajat akhirnya mendapat pasangan,” demikian Deddy Mizwar. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top