Ekonomi

Ketua Umum Gebu Minang Oesman Sapta Canangkan Gerakan 10 Ribu Rupiah

PARLEMENTARIA.COM – Ketua Umum Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang (Gebu Minang) Oesman Sapta Odang me-launching atau mencanangkan gerakan menyumbang Rp10.000 pada peringatan HUT ke 28 Gebu Minang, di Sekretariat DPP Gebu Minang, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (24/12/2017) lalu.

“Jika orang Minang di seluruh Indonesia ada 15 juta dan menyumpang setiap bulannya Rp 10 ribu, maka sudah berapa besar uang yang bisa kita kumpulkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Barat,” kata Oesman Sapta dalam acara yang juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Minang di Jakarta, seperti Aisyah Aminy, Hasyim Djalal, Fasli Jalal dan juga terlihat rang sumando Minang Din Syamsuddin.

Dia menegaskan, uang yang dikumpulkan dari gerakan Rp10 ribu tersebut digunakan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan masyarakat Minang yang ada di Sumatera Barat. “Ingat! uang yang kita kumpulkan ini bukan untuk pengurus Gebu Minang, tapi untuk kepentingan masyarakat kita di Sumatera Barat,” tegas Oso, begitu dia akrab disapa.

Oesman Sapta merasa optimis, Gebu Minang akan bangkit dibawah kepemimpinannya. “Tanda-tandang zaman sudah terlihat bahwa Gebu Minang akan bangkit. Mari kita bersama-sama membangkitkan semangat Gebu Minang dan menjadi kebangkitan orang Minang,” ajak Oso.

Malah dia sebaliknya mempertanyakan jika Gebu Minang tidak bisa bangkit selama dia pimpin. Alasannya, dia bisa memimpin di dua lembaga negara, yaitu sebagai Ketua DPD RI dan Wakil Ketua MPR. “Itu saja bisa dipimpin. Kalau Gebu Minang melempem berarti ada kesalahan teknis,” tegas Oso.

Sebagai orang Minang kata Oso, harus bangga dengan posisinya yang kini duduk di pimpinan dua lembaga negara. “Saya bangga sebagai orang Minang karena saat ini hanya satu-satu orang Minang yang duduk di dua pimpinan lembaga negara,” ujar Oesman Sapta.

Sebagai orang Minang, Oesman Sapta merasa bangga dengan kiprah orang Minang dalam mendirikan bangsa ini. “Negara ini didirikan oleh 4 orang dan tiga diantaranya orang Minang dan satu orang dari Jawa. Orang Minang itu sangat bijaksana karena tidak pernah mempersoalkan etnis dan asal usul orang lain. Orang Minang harus menjadi pemersatu bangsa ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Zulkarnain Oeyoeb melaporkan, kegiatan HUT ke-28 Gebu Minang diisi dengan sejumlah kegiatan hingga sebulan ke depan yang diakhiri dengan Rakernas dan acara puncak yang direncanakan akan dilangsungkan bulan Januari 2018.

Dalam rentang waktu tersebut, dilangsungkan berbagai kegiatan berupa bulan bhakti Gebu Minang yang diisi dengan serangkaian kegiatan, antara lain santunan kepada anak yatim, donor darah, pertandingan catur dan tenis meja dan lomba nyani Minang yang akan diikuti masyarakat Minang se Jabodetabek. (esa)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top