Polhukam

Tidak Puas Putusan DPP, Kader PDIP Timor Tengah Utara Ramai-ramai Mundur

PARLEMENTARIA.COM– Tidak puas dengan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) karena keinginan kader dan simpatisan tidak diakomodir,
pengurus dan anggota partai Banteng Moncong Putih mendatangi Kantor
Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI Perjuangan Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua DPC PDI Perjuangan TTU, Raymundus Sau Fernandes kepada awak media mengatakan, kedatangan mereka untuk mengmbalikan pakaian seragam, bendera dan sejumlah atribut PDI Perjungan. “Kami mundur sebagai kader partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu,” kata
Raymundus.

Sikap Raymundus ini diikuti pengurus dan kader lainnya. Puluhan kader ranting dan PAC Kecamatan Naibeno juga mendatangi Sekretariat PDIP Kota Kefamenanu.

Hengkangnya kader Naibeno, dipimpin Kepala Desa Manamas, Maksimus Elu. Mereka datang menggunakan pick up. Karena tak ada pengurus di Sekretariat DPC, atribut parpol dalam kardus bir diserahkan ke penjaga kantor.

Kepala Desa Manamas, Maksimus Elu, yang juga Pengurus PAC Naibenu mengatakan, mereka datang guna mengembalikan atribut partai sebagai bukti tidak lagi menjadi anggota PDI Perjuangan. “Kami kesal sebab DPP tidak mengusung kader PDIP di Pilgub NTT mendatang.”

DPP tidak memprioritaskan kader, salah satunya Raymundus Fernandes yang dianggap layak sebagai calon Gubernur NTT. “Kita kecewa dengan sikap DPP yang tak menghargai perjuangan kader. Padahal, sosok kader seperti ketua DPCTTU, sudah teruji dan berkontribusi terhadap partai.”

Ditambahkan, PAC Naibenu sepakat bersama simpatisan mengalihkan dukungan kepada pasangan lain dan optimis calon yang didukung bakal menang di wilayah Naibeno pada Pulgub mendatang. Padagal DPP sudah menetapkan Marianus Sae-Emilia Julia Nomleni (Marianus-Emi) sebagai cagub-cawagub pada Pilgub NTT mendatang.

Sekretaris DPC PDIP TTU, Hendrikus Frengki Saunoah mengaku, belum mendapat informasi terkait mundurnya pengurus ranting dan PAC Naibeno. “Kalau ada pengurus yang mundur, itu hak mereka. Tidak perlu dipolemikkan. Masih banyak yang mau menjadi pengurus.”

Menurut Hendrikus, PDIP partai yang terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung. “Silakan mundur, kita tak larang biar lebih jelas arahnya. Kita akan menata ulang partai ini lebih baik,” jelas dia.

Dia mengaku, belum mengetahui berapa banyak kader mundur, karena belum ada yang menghubungi partai. “PDIP menganut sistim kolektif kolegial. Kalau ada pengurus mundur, partai tetap jalan,” demikian Hendrikus Frengki Saunoah. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top