Pengawasan

PTN dan PTS di Banten Berkeluh Kesah ke Komisi X DPR

PARLEMENTARIA.COM – Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR mendengarkan berbagai masukan dan keluhan yang dihadapi beberapa PTS dan PTN di Banten saat berkunjung ke Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan bertemu dengan beberapa rektor universitas yang ada di provinsi tersebut, Senin (13/11/2017) lalu.

“Kita di sini banyak mendengar dan beberapa masukan yang muncul di Komisi ternyata memang dikeluhkan di sini. Misalnya tentang jurnal, bahwa orang yang belajar S3 ataupun Professor harus mempertahankan gelar profesornya untuk mendapatkan tunjangan kehormatannya kalau dia terus mempublikasikan hasil penelitiannya,” ujar Wakil Ketua Komisi X DPR , Abdul Fikri.

Dalam pertemuan yang dihadiri juga oleh Prof. Intan Ahmad dari Kemenristekdikti itu, sempat dibahas juga mengenai kurangnya bidik misi yang diterima oleh mahasiswa. “Dari 17.000 mahasiswa yang menyampaikan, hanya 5 orang yang mendapatkan bidik misi. Tentu ini dicatat betul oleh Kementerian,” ujar Fikri.

Selain itu, dalam diskusi tersebut juga disinggung mengenai bantuan untuk perguruan tinggi. “Ternyata Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) di Banten tidak bisa mencukupi untuk Biaya Kuliah Tunggal (BKT) sehingga Uang Kuliah Tunggal (UKT) harus rendah karena di Banten masih banyak problematika ekonomi bagi masyarakat,” lanjut Fikri.

“Dengan cara lain, penerimaan negara bukan pajak dinakkan dan seterusnya. Padahal ini harus ada syarat-syarat, misalnya masyarakatnya menerima dengan asas keadilan sesuai dengan UU 20 tahun 1997. Jadi problematika itu kita dengar dan akan kita bawa dalam raker dengan pemerintah pusat,” tutup Fikri. (chan/eno)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top