Polhukam

Novanto Lebih Utamakan Jalankan Amanat UU dari Penuhi Panggilan KPK

PARLEMENTARIA.COM – Politisi Golkar Firman Subagyo menyesalkan pemeberitaan di beberapa media yang mempersoalkan ketidakhadiran Setya Novanto memenuhi panggilan Komisi Pembertantasan KOrupsi (KPK) karena dituding lebih mengutamakan kunjungan ke daerah pemilihan (dapil) dalam masa reses.

“Saya kecewa karena tenyata banyak mendia dan masyarakat tertentu yang tidak atau belum memahami pentingnya kunjungan ke dapil bagi semua anggota DPR, tidak terkecuali bagi Pimpinan DPR,” kata anggota Komisi IV DPR itu dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/11/2017).

Ditegaskan Firman Subagyo, kunjungan ke dapil di masa reses adalah kewajiban bagi anggota DPR dan merupakan amanat UU No 17 Tahun 2014 tentang MD 3, psl 81 huruf i yang berbunyi “Anggota DPR berkewajiban menyerap dan menghimpun aspirasi konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala. Kemudian diterjemahkan pasal 20 ayat 2 di Peraturan Tata Tertib DPR RI yang berbunyi bahwa “dalam melaksanakan representasi rakyat dapat dilakukan antara lain melalui kunjungan kerja”.

Firman menlanjutkan,sedangkan pasal 211 ayat 2 berbunyi “Kunjungan kerja sebagimana dimaksud, a. kunjungan kerja dapil pada masa reses dan b. kunjungan kerja di luar reses dan di luar sidang DPR.

Firman juga mengutip pasal 10 Tata Tertib tentang sumpah/janji sebagimana dimaksud dlm psl 8 ayat 2 adalah sbb: “Demi Allah (Tuhan) saya bersumpah/janji: bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebaga anggota/ketua/wakil ketua/Dewan Perwakilan Rakyat dng sebaik baiknya dan seadil-adilnya sesuai dengan peraturan perundang undangan, dengan berpedoman pada Pancasila dan UUD NRI th 1945.

Bahwa saya dalam menjalankan kewajiban akan bekerja dengan sungguh sungguh, demi tegaknya kehidupan demokrasi serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi,seseorang, dan golongan; Bahwa saya akan memperjuangakan aspirasi rakyat yang saya wakili untuk mewujutkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Oleh karena itu tegas Firman Subagyo, tidak boleh ada pihak manapun yg mengecam ketidakhadiran Setya Novanto untuk memenuhi panggilan KPK tersebut karena dituduh lebih mementinhkan kunjungan dapil yang merupakan makna dan perintah UU dan juga sumpah/janji sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada Negara dan Tuhan.

“Jadi siapapun tidak boleh mempertentangkan antara tidak memenuhi panggilan KPK dan tugas Ketua DPR Setya Novanto yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan Negara. Apalagi reses yang dilakukan tersebut adalah permintaan masyarakat yang sudah jauh-jauh hri sebelumnya dijadwalkan. Masalah yagg dihadapi masyarakat NTT adalah masalah yang sangat fundamental karena menyangkut kehidupan masyarakat petani yang harus mendapat perhatian serius oleh Negara,” tegas Firman Subagyo.

Selaku Ketua DPR dan sebagai pejabat Negara, ulas Firman Subagyo, tentunya Novanto sudah mempertimbang baik dari aspek hukum maupun aspek lainya untuk tidak menghadiri panggilan KPK. “Setya Novanto sudah mempertimbangkan mana yang harus diutamakan,” jelas Firman.

Keiikutsertaan dirinya dalam kunjungan kerja Novanto ke NNT tersebut, Firman menjelaskan bahwa dia sebagai anggota Komisi IV dan Wakil Ketua Baleg diminta untuk mendampingi sebagai salah satu anggota yang sangat menguasai dan memahami tentang pertanian, kelautan dan perikanan sesuai dengan komisi yang dibidanginya.

“Apalagi NTT adalah merupan wilayah yang sangat strategis untuk pengembangan sektor pertanian, peternakan dan juga wilayah yg strategis untuk pengembangan garam nasioanal. Seperti kita ketahui bersama bahwa sampai saat ini Indonesia masih melakukan import garam dan daging untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri yang menguras devisa negara,” kata Firman.

Karena itu, kata dia, tidak perlu ada pihak-pihak yang mempersoalkan dan mempertentangkan antara pemenuhan panggilan KPK dan kunjunga kerja ke dapil yang dilakukan Setya Novanto. Media harus obyektif dan jangan jadi alat kepentingan kelompok tertentu yang tidak menguasai aturan dan dasar-dasar hukumnya,” kata Firman Subagyo. (esa)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top