Polhukam

Meutya Hafid: Pergantian Panglima TNI Jangan Grasak-grusuk

PARLEMENTARIA.COM – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid menyerahkan sepenuhnya pergantian Panglima TNI kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya serahkan sepenuhnya kepada Presiden. Karena beliau yang paling tahu kapan yang paling tepat pergantiannya. Jadi ini urusan pertahanan negara, tidak boleh grasak-grusuk,” kata Meutya Hafid, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Diketahui bahwa Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018. Seiringin dengan itu, desakan kepada Presiden Jokowi untuk segera menyiapkan pengganti Gatot Nurmantyo pun bermunculan.

“Sebagai mitra kerja TNI, Komisi I DPR RI menyarankan pemerintah untuk mengambil sikap matang soal pergantian Panglima TNI ini,” saran politisi perempuan Partai Golkar itu.

Meski menyarankan agar tidak grasak-grusuk, dia mengingatkan bahwa pergantian Panglima TNI juga jangan terlalu lama. Meutya yakin Presiden Jokowi dapat memutuskan secara arif terkait hal ini.

“Tidak boleh juga berlama-lama. Jadi, dua prinsip itu, tidak boleh grasak-grusuk dan tidak boleh lama-lama. Silahkan Presiden menimbang waktu yang paling tepat dengan situasi konidisi politik dan juga negara saat ini. Inisiatif beliau lah yang memutuskan siapa yang paling tepat,” imbuhnya.

Ketika ditanya mengenai nama pengganti Gatot, politisi asal dapil Sumut itu mengaku belum tahu. Bahkan juga belum masuk ke Komisi I DPR. “Saya belum cek karena hari ini baru masuk. Tapi setahu saya belum,” tutup mantan wartawan itu.

Sebagaimana diketahui, Koalisi masyarakat sipil mendesak agar Presiden Jokowi segera memproses pergantian Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo karena masa bakti yang mendekati pensiun.

Gatot sendiri menjabat sebagai panglima TNI sejak 8 Juli 2015, dan akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018 mendatang. (esa)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top