Ekonomi

Hermanto: Atasi Krisis Pangan, Pemerintahan Jokowi Harus Lakukan Inovasi

PARLEMENTARIA.COM– Pemerintah dibawah pim;pinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus melakukan inovasi yang bisa mencegah terjadinya krisis atau setidaknya menghambat laju krisis.

Peringatan tersebut disampaikan anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hermanto dalam siaran pers yang diterima Parlementaria.com, Senin (13/11).
Dikatakan wakil rakyat dari Dapil Provinsi Sumatera Barat I ini, ancaman krisis pangan sudah semakin dekat. Tanda-tanda bakal terjadi krisis pangan diantaranya semakin sempitnya lahan akibat alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

“Sekarang semakin sulit mencari lahan baru untuk tanaman pangan dan semakin tidak terkendalinya pertumbuhan penduduk,” ungkap Hermanto.

Menurut Hermanto, krisis pangan bisa dicegah, setidaknya dihambat lajunya dengan inovasi. Inovasi itu di bidang sains atau teknologi.

Sebut saja, lanjut Hermanto, teknologi terapan Instore Dryer seperti di kawasan Perbenihan dan Bioindustri Bawang Merah di Jorong Koto, Nagari Sei Nanam, Kecamatan Lembah Gumati, Alahan Panjang, Kabupaten Solok.

Teknologi terapan Instore Dryer itu baru saja diresmikan, akhir pekan lalu. Ini merupakan salah satu inovasi dimana dengan Instore Dryer, proses pengeringan bisa berlangsung lebih cepat.”

Semula, kata laki-laki kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 1 Januari 1960 tersebut, dibutuhkan waktu dua puluh hari. “Kini dengan teknologi terapan Instore Dryer, hanya membutuhkan waktu kurang dari satu minggu. Lima hari saja.”

Ditambahkan Hermanto, kemajuan pertanian tergantung kepada penelitian dan pengembangannya (litbang). Litbang maju, berarti pertanian juga maju.

Karena itu, litbang harus didorong agar melakukan riset dan pengembangan sesuai kebutuhan pada sektor pertanian. “Outputnya harus aplikatif. Berorientasi pada teknologi terapan,” kata Hermanto.

Mengutip sambutan Bupati Solok, Hermanto mengatakan, daerah ini dicanangkan sebagai sumber bibit bawang merah untuh Pulau Sumatera.

Saat ini ada sekitar tujuh ribu hektar lahan bawang Merah. “Dua tahun ke depan, Menteri Pertanian berharap agar wilayah ini memiliki kawasan bawang merah 10.000 hektar,” demikian Hermanto. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top