Polhukam

Lucy Bantah Sebarkan Putusan MA Tentang Demokrat ke Media

PARLEMENTARIA.COM– Lucy Kurniasari membantah menyebarluaskan Putusan Mahkamah Agung (MA) No: 375 K/pdt.sus-parpol/2017 terkait kasus Pemilu Legislatif 2014 kepada media massa.

Putusan MA tersebut memperkuat putusan Mahkamah Partai Demokrat dalam sengketa internal partai untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai anggota DPR RI menggantikan Fandi Utomo dari Daerah Pemilihan Jawa Timur Satu (Jatim 1).

Lucy yang juga duduk dalam kepengurusan DPP Partai Demokrat 2015-2020 mengaku, tidak tahu menahu tentang adanya pemberitaan yang menyudutkan Ketua Umum, Sekjen, maupun pengurus partai. “Sebagai kader, saya tetap loyal kepada partai. Tidak mungkin hal tersebut saya lakukan. Kalau itu saya lakukan, ini sama saja saya nama menepuk air di dulang,” kata Lucy mengibaratkan.

Dijelaskan, dirinya tetap setia menunggu DPP Partai Demokrat mengeksekusi putusan MA tersebut. “Setelah lima bulan putusan MA berkekuatan hukum tetap, dirinya tidak pernah berbicara kepada pihak luar termasuk media massa terkait kasus ini,” aku Lucy.

Lucy yakin, partai segera melaksanakan setelah mendapat perintah eksekusi dari pengadilan. Sebab, lanjut Lucy, putusan akhir sengketa Parpol adalah kasasi, tidak ada peninjauan kembali dan upaya hukum lainnya “Saya berprinsip, tidak ada gunanya persoalan internal dibicarakan dengan orang lain. Kalau itu dilakukan, selain membuka rahasia rumah tangga partai, kasus ini bisa saja dimanfaatkan pihak luar yang tidak suka kepada Partai Demokrat,” tegasnya.

Apalagi, lanjut Lucy, tahun depan sudah memasuki tahun politik. Lawan-lawan politik yang ingin menghancurkan Partai Demokrat sudah pasti akan memanfaatkan situasi seperti ini. “Lawan-lawan politik pasti mencari-cari keburukan partai. Jangankan ada kasus, ngak ada kasus saja lawan berusaha mencari-cari kelemahan kita untuk kepentingan mereka,” kata Lucy.

Mantan Ning Suroboyo ini yakin Partai Demokrat yang taat hukum tidak bakal mengabaikan putusan MA yang sudah memiliki kekuatan hukum tersebut. “Saya tahu persis, Pak SBY taat hukum dan menjadikan hukum sebagai panglima ketika beliau menjadi Presiden. Teman-teman di kepengurusan juga demikian.”

Tentang pemberitaan di media massa yang memojokkan Ketua Umum, Sekjen dan fungsionaris Partai Demokrat, Lucy tidak pernah diwawancarai. “Jangankan diwawancarai, dihubungi media massa saja tidak,” demikian Lucy Kurniasari. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top