Kesra

Adang Sudrajat: Perlu Ketahanan Keluarga Jaga Generasi Milenial dari Bahaya Cyber

PARLEMENTARIA.COM– Pengendalian prilaku generasi muda Indonesia dalam beraktivitas di media sosial (sosmed) sangat penting.

Soalnya, kata anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Adang Sudrajat, kultur cyber yang terjadi di tengah masyarakat ini cukup menyesakkan terutama soal keamanan, kenyamanan dan keadilan diantara sesama pengguna sosmed.

Hal itu dikatakan Adang ketika melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) konstituen dia di Daerah Pemilihan (Dapil) Pengalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, awal pekan ini.

Adang yang dalam Kunker kali ini datang bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mensosialisasikan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada konstituennya.

“Di jendela maya tersebut bebas diumbar semua hal hingga yang melanggar norma-norma agama sekalipun. Bahkan, seringkali tidak mengenal waktu sehingga memancing penggunanya bahkan mengganggu kehidupan lingkungannya mulai dari keluarga hingga pergaulan yang nyata di sekitarnya,” urai Adang.

Laki-laki yang sebelum menjadi wakil rakyat berprofesi sebagai dokter ini mengatakan, generasi milenial saat ini menjadikan teknologi sebagai gaya hidup yang sangat ekspresif dan eksploratif.

Komunikasi lebih banyak dengan gawai dan cenderung lebih suka pada hal yang visual, instan, waktu yang riil, tidak begitu peduli pada privasi, bahkan bersedia berbagi rincian intim tentang diri mereka dengan orang yang tidak dikenalnya.

Karena itu, Adang berharap agar para generasi milenial dalam pergaulan di dunia maya, tetap terjaga agar tidak menimbulkan kerawanan bagi dirinya maupun lebih jauh hubungannya dengan orang lain dalam kehidupan dunia nyata.

“Sebab itu, perlu adanya penjagaan dan paling mendasar adalah ketahanan yang bermula dari keluarga sehingga dapat menjaga kultur siber yang sehat.”

Ketahanan keluarga yang dimaksud Adang terkait peran penguatan kepada aspek spiritual, kesejahteraan, keamanan, kenyamanan dan keadilan dimulai dari keluarga. Ini harus dimulai orang tua terhadap anak-anak mereka.

“Dengan pemahaman dan penguatan aspek ketahanan keluarga tersebut, masyarakat generasi milenial akan semakin bijak dalam menjalankan kehidupannya baik didunia maya maupun di dunia nyata dan keduanya dijadikan sarana untuk berbuat kebaikan,” kata Adang.

Dijelaskan, dengan adanya ketahanan keluarga ini, tidak terjadi pribadi yang mempunyai kepribadian ganda, yaitu riang gembira di dunia maya dengan visualisasi yang penuh dinamika. Namun, ternyata menjadi pribadi yang ‘introvert’ penuh kemurungan di dunia nyata.

“Pribadi ganda ini membingungkan lingkungan mereka. Yang bersangkutan seharusnya dapat menahan diri untuk selalu bersikap positif dalam berinteraksi dengan siapapun,” kata Adang.

Ketahanan keluarga, tambah Adang, perlu didukung dengan kehidupan keluarga yang terencana sehingga pencapaian empat aspek dapat dijadikan target bersama.

Salah satu program yang utama adalah bagaimana menumbuhkan kultur cyber sehat yang terjaga dalam keluarga. Karena itu, Adang berharap, dengan ketahanan keluarga yang kokoh, karakteristik lain dari generasi milenial seperti yang umumnya ternaungi.

Soalnya, mereka itu lahir dari keluarga yang terdidik, multi talenta, selalu yakin, optimis dan percaya diri, punya keinginan mencapai prestasi, cenderung kolaboratif dan interatif dalam kerja sama tim selain lebih permisif terhadap keberagaman.

“Ini dibarengi dengan kemampuan mandiri dalam penguasaan teknologi komunikasi dapat dioptimalkan untuk kebaikan dirinya dan lingkungannya tersebut untuk tujuan kebaikan dunia maupun akhirat,” demikian Adang Sudrajat. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top