Ekonomi

Wapres Minta Pembangunan Pasar Atas yang Terbakar Dilakukan Pemerintah

PARLEMENTARIA.COM – Usai meresmikan Rumah Sakit Universitas Andalas (Unand) Wapres Jusuf Kalla (JK) secara mendadak memutuskan untuk meninjau lokasi terbakarnya Pasar Atas Bukittinggi, Sabtu (4/11/2017).

Didampingi Mufidah Jusuf Kalla, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Asman Abnur, Wakil Menteri Energi, Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Archandra Tahar, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, JK berjalan kaki menyusuri area pasar.

Bahkan, JK lama berada di lantai dua pasar yang habis terbakar. Dari area tersebut, ia terlihat memberikan sejumlah instruksi kepada Menteri PUPR dan berdiskusi dengan Wali Kota Bukittinggi.

JK meminta pembangunan ulang Pasar Atas Bukittinggi tidak melibatkan investor karena dianggap akan merugikan masyarakat dengan penetapan harga jual yang tinggi. Pembangunan mesti dilakukan pemerintah.

“Tidak boleh investor. Tidak boleh sama sekali investor. Jadi, investor yang mau berminat sudah jangan coba. Harus dijual ke rakyat tanpa untung. Kalau ongkosnya Rp10 juta per meter maka dia nilainya seperti itu, tidak boleh dinaik-naikkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, JK mengatakan setidaknya dibutuhkan dana sebesar Rp300-400 miliar untuk membangun ulang pasar. Tetapi, nilainya akan lebih sedikit jika diputuskan hanya merehabilitasi saja. Hanya saja, dari angka tersebut, belum diputuskan pembagian antara daerah dan pusat karena masih menunggu hasil kajian yang dilakukan Kementerian PUPR.

JK hanya memastikan bahwa membangun kembali Pasar Atas Bukittinggi bukanlah hal yang sulit, karena pemerintah juga punya pengalaman yang sama ketika kebakaran terjadi di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah.

Kebakaran Pasar Atas tersebut tidak saja melumpuhkan perekonomian Bukittinggi, tapi lebih dari seribu pedagang kehilangan mata pencarian yang menggantungkan nasibnya di pusat pertokohan yang berada persis di depan Jam Gadang Bukittinggi itu, dengan kerugian yang dialami diperkirakan mencapai 1,5 Triliun.

“Pemerintah pusat pasti akan bantu untuk pembangunan pasar itu kembali. Namun demikian, penelitian dan kajian perlu dilakukan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta tim dari Universitas Andalas (Unand) Padang, untuk menentukan kembali bentuk pembangunan pasar. Apakah pasar yang terbakar ini akan direnovasi atau dibangun baru,” ujar Jusuf kala.

Menurutnya, setelah hasilnya diketahui, maka Kementrian PUPR akan menyiapkan pemabangunan kembali pasar tersebut sesuai dengan moderenisasi pasar yang akan dibangun. “Kementerian PUPR bersama pemerintah daerah akan melakukan kajian selama 2 minggu untuk memutuskan apakah Pasar Atas ini akan dibangun baru atau direnovasi,” kata Jusuf kalla.

Diakuinya, untuk pembangunan kembali Pasar Atas tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ia memperkirakan sebesar Rp 300-400 milliar dibutuhkan untuk pembangunannya kembali. “Saya menegaskan untuk proses pembangunannya hanya boleh melibatkan pemerintah dan pedagang. Investor dilarang terlibat dalam hal ini,” tegas JK.

Atas Musibah Kebakaran ini, Jusuf Kalla juga meminta kepada Pemko Bukittinggi untuk mempersiapkan dengan cepat tempat relokasi bagi pedagang dengan melakukan musyawarah. “Kasihan kita pedagang jika mereka harus menunggu waktu lama untuk bisa berjualan kembali. Untuk itu saya minta agar pemerintah daerah bisa mempersiapkan tempat relokasi secepat mungkin,” harapnya. (hal/chan)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top