Daerah

Eko Alvarez: Penataan Kembali Pasar Ateh Harus Libatkan Ahli Kontruksi Bangunan

PARLEMENTARIA.COM– Sejumlah bangunan Pasar Ateh (Atas-red) Bukit Tinggi, Sumatera Barat yang dilalap si Jago Merah beberapa hari lalu sudah tidak layak ditempati.

“Keadaannya sudah tidak terjamin bila terjadi keadaan darurat. Karena itu, Pasar Ateh ini harus dirombak,” kata pengamat Tata Kota Universitas Bung Hatta, Dr Eko Alvares Z, Kamis (2/11).

Dikatakan, agar tidak terjadi kerugian besar bila terjadi bencana serupa, penataan ulang pembangunan Pasar Ateh harus melibatkan ahli khusus konstruksi bangunan.

Dijelaskan, peraturan bangunan dan lingkungan, seperti aturan keselamatan dan keandalan bangunan merupakan syarat mutlak mendirikan bangunan.
Dalam mendirikan bangunan harus memperhatikan dua macam pengamanan yang ada pada peraturan bangunan dan lingkungan yakni pasif dan aktif.

Pengamanan pasif yakni berhubungan dengan desain bangunan. Contohnya bangunan rumah toko (ruko) bagian depannya tidak boleh tertutup semua, karena akan menyulitkan memadamkan api bila terjadi kebakaran.

Sedangkan pengaman aktif meliputi semua perangkat pemadam kebakaran yang harus dimiliki untuk sebuah bangunan seperti, Hydrant, Sprinkler, dan tangga kebakaran. “Semua persyaratan itu hampir tidak ada dibangunan toko Kota Bukittinggi, maupun Padang.”

Persyaratan itu semua diatur dalam Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Sertifikat Laik Fungsi bangunan (SLF). Karena itu, ke depan pembangunan kembali Pasar Ateh harus memperhetikan instrumen mengendalikan bangunan agar terhindar dari berbagai persoalan mengenai bangunan.

“Kebakaran yang melanda Pasar Ateh hingga menghabiskan 1.000 lebih kios ini sebenarnya bisa diperkecil kerugiannya atau dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut dengan memperhatikan kelengkapan bangunan untuk menghadapi keadaan darurat,” Eko Alvares Z. (art/ant)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top