Polhukam

Menhan: Indonesia Pesan Sukhoi SU-35 Flanker E Dari Rusia

PARLEMENTARIA.COM– Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Ryamizard Ryacudu mengatakan, 11 unit pesawat tempur Sukhoi Su-35 Flanker E yang dipesan pemerintah Indonesia dari Rusia berada dalam konfigurasi bersenjata lengkap.

“Senjata Sukhoi SU-35 Flanker E yang kita pesan lebih dari lengkap karena Indonesia mendapat pengurangan diskon. Jadi, ada tambahannya,” ungkap purnawirawan tinggi TNI AD ini di Jakarta, Kamis (26/10).

Rencananya, penandatanganan pembelian Sukhoi Su-35 Flanker E tersebut dijadwalkan November tahun ini. “Sudah tinggal tanda tangan November mendatang. Semuanya menghabiskan anggaran Rp16 triliun,” ungkap Ryamizard.

Namun begitu, Menhan tidak merinci jenis, tipe, dan varian persenjataan yang dia maksud. Demikian pula dengan sistem avionika dan radar pada 11 unit Sukhoi Su-35 Flanker E tersebut.

Sebelumnya, BUMN negara beruang tersebut, Rostec sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan BUMN Indonesia yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, terkait barter 11 unit Sukhoi Su-35 Flanker E itu dengan sejumlah komoditas nasional.

Pembelian Sukhoi Su-35 Flanker E melalui mekanisme imbal beli itu sesuai UU Nomor 16/2012 tentang Industri Pertahanan. Sesuai kesepakatan, 35 persen nilai transaksi pada pengadaan Sumhoi Su-35 Flanker E ini dalam bentuk offset dan 50 persen dalam bentuk imbal beli.

Dengan demikian, Indonesia mendapatkan nilai ekspor sebesar 570 juta dolar AS dari 1,14 miliar dolar AS total nilai pengadaan. Sedangkan terkait kapal selam asal Korea Selatan, Menhan mengatakan, memang masih ada masalah dalam alih teknologinya.

“Kapal selam Korea Selatan sudah kita proses kemarin tapi lambat karena kapalnya besar tapi baterainya kecil, itu (kapal selam) yang pertama. Tapi saya sudah langsung ke pabrik, di sana sedangkan untuk kapal selam kedua dan ketiga dilakukan di PT PAL,” kata dia.

Dia bilang, pemerintah masih belum akan menambah jumlah kapal selam lagi. “Kita lihat dulu kalau bagus tambah lagi, tidak mahal, yang mahal beli teknologi dan mendidik orang yang mahal,” demikian Ryamizard Ryacudu. (art/ant)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top