Ekonomi

Diskusi KMI, CSIS Nilai Capaian Ekonomi Jokowi Naik Signifikan

PARLEMENTARIA.COM – Pencapaian yang diperoleh Pemerintahan Joko Widodo atau Jokow, selama tiga tahun memimpin, mengalami kenaikan signifikan, terutama untuk bidang ekonomi.

Penilaian ini disampaikan peneliti dari The Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernades saat tampil sebagai pembicara pada Diskusi Media bertajuk “Review Buah Pembangunan Pemerintahan Jokowi dan Objektivitas Pemberitaan Media” yang diselenggarakan Kaukus Muda Indonesia (KMI), di Gedung Dewan Pers, Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya pencapaian yang diperoleh pemerintahan Jokowi untuk bidang ekonomi secara kontinyu mengalami kenaikan signifikan. Beda saat pertama kali memerintah, bidang ekonomi pemerintahan Jokowi-JK, hanya 30 persen.

“Namun pada tahun kedua pemerintahannya, angkanya naik menjadi sekitar 40 an persen. Kini, bidang ekonomi pemerintahan Jokowi telah menyentuk angka 56 persen,” paparnya.

Karena itu, Arya mengaku optimis di dua tahun masa pemerintahannya yang tersisa, Jokowi-JK bisa mengatasi masalah ekonomi di dalam negeri.

“Memang haruskita akui, kalau penilaian publik terhadap bidang ekonomi sangat tertinggal jauh, jika dibanding dengan bidang maritim dan hukum,” ucapnya lagi.

Pendapat ini dibenarkan Direktur Idef, Enny Sri Hartati bahwa meskipun tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahannya lumayan tinggi, sekitar 70 persen, namun Presiden Jokowi disarankan fokus terhadap masalah perekonomian di dalam negeri.

“Pasalnya saat ini mayoritas publik mengeluh karena susahnya memperoleh lapangan pekerjaan, harga sembako yang makin tinggi, dan lain-lain,” katanya.

Menurut Enny, kalau melihat rendahnya penilaian terhadap bidang ekonomi, ini menunjukkan kalau orang-orang yang selama ini membantu Presiden Jokowi, tidak profesional.

“Karenanya, Jokowi harus berbenah diri. Tempatkan orang-orang profesional untuk menangani permasalahan ekonomi,” sarannya..

Padahal, lanjut dia, ketika pertama kali diangkat sebagai menteri, Sri Mulyani lumayan keras. Dia berani mengusulkan kebijakan yang dianggapnya kurang bagus.

“Tapi sekarang, Sri Mulyani terkesan hanya mengiyakan kebijakan-kebijakan pemerintah. Orang profesional jangan mau diatur,” tukasnya mengingatkan. (chan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top