Pengawasan

Banyak Perlintasan Tanpa Palang Pintu, Alex Minta Kereta Padang-Pariaman Ditutup

PARLEMENTARIA.COM – Anggota Komisi V DPR RI Alex Indra Lukman meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghentikan sementara operasional kereta api trayek Padang – Pariaman Sumatera Barat.

Alasan anggota DPR dari daerah pemilihan Sumbar itu untuk menghentikannya, karena tingginya angka kecelakaan akibat kurangnya palang pintu di perlintasan kereta di sepanjang jalur yang dilintasi kereta api.

“Setidaknya ada 45 perlintasan tanpa palang di lokasi tersebut,” kata politisi PDI Perjuangan itu dalam rapat kerja Komisi V DPR dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Gedung DPR, Senayan, Kamis (19/10).

Berdasarkan data yang diperoleh Alex, mulai Januari 2016 hingga sekarang sudah terjadi 37 kecelakaan. “Kalau kita rata-ratakan, dalam sebulan hampir 2 kali kecelakaan dengan korban jiwa 10 orang meninggal di tempat dan total 50 orang korban jiwa dan luka-luka,” ungkap Alex.

Politisi F- PDI Perjuangan ini menegaskan, UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian mengamanatkan pemerintah membuat portal atau palang pintu di setiap perlintasan rel. Karenanya, lanjut Alex, jika pemerintah tidak mampu membangun palang pintu di setiap perlintasan kereta api sebaiknya operasional KA tersebut dihentikan saja.

Ia menambahkan, Standar Keselamatan Perkeretaapian juga sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 24 Tahun 2015. “Sehingga kalau kereta itu menjadi kereta maut dan tidak layak dioperasikan karena tidak memenuhi standar keselamatan mohon dihentikan dulu sampai standar operasionalnya terpenuhi,” tegas Alex.

“Ini sudah kedua kalinya saya sampaikan dalam rapat, jika tidak diindahkan saya akan melakukan upaya konstitusional lainnya karena ini menyangkut jiwa manusia. Saya rasa kita semua bertanggung jawab untuk itu,”tandas Alex.

Menanggapi pertanyaan Alex, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji akan melakukan peninjauan dalam waktu dekat. “Kami akan melakukan peninjauan lapangan ke sana, saya pikir angka kecelakaan yang begitu banyak menjadi tolak ukur,” kata Budi Karya. (esa)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top