Polhukam

ARB Bantah Elektabilitas Partai Golkar Turun Karena Setya Novanto

PARLEMENTARIA.COM– Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie membantah bahwa elektabilitas partai berlambang Pohon Beringin tersebut turun. Bahkan Ketua Umum DPP Partai Golkar 2000-2014 tersebut memastikan kalau elektabilitas Partai Golkar sudah naik.

“Elektabilitas Partai Golkar lagi terus naik. Naik, siapa bilang elektabilitas Partai Golkar turun,” kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 2004-2009 itu.

Hal itu dikatakan Aburizal Bakrie disela-sela Seminar Nasional yang digelar Fraksi Partai Golkar MPR RI di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Kamis (19/10) menanggapi pemberitaan di media mengenai elektabilitas Golkar yang turun terus karena kepemimpinan Ketua Umum Golkar Setya Novanto.

Penguasa nasional yang akrab dipanggil ARB mengaku, elektabilitas Partai Golkar memang sempat turun beberapa waktu lalu. Namun, itu bukanlah dikarenakan kepemimpinan Setya Novanto tetapi lebih disebabkan karena soliditas di internal Partai Golkar. “Tapi, belakangan elektabilitas Partai Golkar sudah memperlihatkan grafik naik.”

Sekarang, kata Aburizal, masalahnya bukan di situ. Masalahnya bukan soal ketua umum. “Kalau kita sudah bersatu seperti tadi, naik lagi (elektabilitas) Golkar,” kata Aburizal dengan nada optimis.

Dia juga menilai tidak masalah dengan kasus hukum yang sempat menjerat Novanto beberapa waktu lalu. Dia menilai program-program penting Partai Golkar ada untuk menaikan elektabilitas. “Tidak menjadi masalah, kalau sudah tersandung. Yang penting program-programnya. Kita lihat kan sekarang naik lagi,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono kepada awak media menjelaskan bahwa pencopotan Yorrys Raweyai sebagai Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Partai Golkar yang membuat elektabilitas partai ini turun.

Menurut Ketua DPR RI 2004-2009 tersebut, pernyataan Yorrys yang mengganggu kekompakan dan soliditas partai menurun. Padahal, sebagai kader Partai Golkar, soliditas antara mereka seharusnya dijaga. “Salah satu terjadinya penurunan elektabilitas kemarin juga karena ada gonjang ganjing di kalangan internal.”

Dijelaskan, masyarakat Indonesia tidak ingin melihat sebuah lembaga politik ada gonjang-ganjing. Masyarakat menilai gonjang-ganjing itu kurang baik. Karena itu perlu kekompakan sesama kader.

“Kekompakan ini harus dijaga terutama dari elit-elitnya sendiri. Kemarin saya bersyukurlah, saya harap ke depan satu sama yang lain kalau ada sesuatu yang ingin disampaikan di forum internal saja. Jadi keluar itu hanya kepada masalah yang berkaitan dengan kontribusi menyelesaikan isu bangsa,” kata Agung.

Beberapa pekan lalu, Yorrys diberhentikan lantaran sempat menjadi ketua tim elektabilitas. Tim tersebut merekomendasikan penunjukkan pelaksana tugas ketua umum Golkar lantaran Novanto menjadi tersangka kasus korupsi. Kini, Novanto telah memenangkan praperadilan atas kasusnya. (art)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top