Polhukam

Wapres: Tidak Perlu Bentuk Densus Untuk Berantas Korupsi

PARLEMENTARIA.COM– Untuk memberantas tidak pidana korupsi yang sudah masuk kejahatan luar biasa di Indonesia, tidak perlu dengan jalan membentuk Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor).

“Tidak perlu dibentuk Densus Tipikor. Cukup dengan jalan memaksimalkan kerja dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jajaran kepolisian serta kejaksaan,” kata Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla (JK) di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (17/10).

Seperti diberitakan, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam Rapat Gabungan dengan Komisi III DPR RI menyampaikan rencananya membentuk Densus Tipikor dalam usaha membantu memberantas korupsi di tanah air.

Kepada Komisi III DPR RI, Tito Karnavian mengajukan anggaran Rp 2,6 triliun. Namun, Ketua Komisi III DPR RI yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Bambang Soesatyo hanya menyetujui Rp Rp 800 miliar.

Seperti diutarakan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Trimedya Pandjaitan dalam Forum Legislasi di Press Room Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (17/10), masalah anggaran yang diajukan Kapolri itu sudah dibahas di Banggar. “Seperti diutarakan Ketua Komisi III, Banggar hanya menyetuhui Rp 800 miliar,” kata Trimedya.

Wapres mengatakan, dalam usaha pemberantasan korupsi ini biar KPK dulu. Polisi maupun kejaksaan sebenarnya masih bisa menjalankan tugasnya. “Tak berarti perlu ada tim baru untuk melakukan itu. Tim yang ada sekarang juga masih bisa. Difokuskan dulu KPK. Bantu dulu lembaga yang sudah ada ini.” kata Wapres.

 

Lebih jauh, JK mengatakan, dalam pemberantasan korupsi perlu hati-hati dan jangan sampai isu itu menakutkan para pejabat untuk membuat kebijakan. Sebab, salah satu yang memperlambat proses pembangunan disamping birokrasi yang panjang juga ketakutan pejabat dalam pengambilan keputusan.

“Pemberantasan korupsi jangan hanya sekadar menyapu dan basmi sehingga memunculkan ketakutan di kalangan pejabat dan pelaksana negara sehingga tersendat pembangunan,” demikian Jusuf Kalla. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top