Polhukam

Gerindra dan PKS Mendaftar ke KPU

PARLEMENTARIA.COM – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendaftar ke Komisi Pemilihan umum (KPU) sebagai partai peserta Pemilu 2019, Sabtu (14/10/2017).

Gerindra didaftar langsung oleh ketua umumnya Prabowo Subianto. Prabowo hadir di KPU sekitar pukul 15.00 WIB, didampingi Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani beserta jajaran pengurus dan seratusan kader serta simpatisan Gerindra.

“Sore ini saya selaku Ketua Umum Gerindra didampingi beberapa Wakil Ketua Umum, Sekjen, pimpinan partai serta dari Dewan Pembina dan anggota DPR RI serta DPRD, secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai partai politik,” ujar Prabowo di KPU, Jakarta, Sabtu.

Kader Gerindra membawa puluhan boks kontainer bertutup pink yang ditempeli stiker besar bergambar Prabowo dan bertuliskan Prabowo Presiden Gerindra Menang. Boks itu berisi dokumen persyaratan peserta pemilu dari seluruh provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan.

“Kami membawa lengkap 100 persen (berkas) seluruh provinsi, 100 persen kabupaten dan 100 persen kecamatan seluruh Indonesia,” kata Prabowo.

Prabowo menyatakan menghargai inovasi dan perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan KPU RI dengan membangun Sistem Informasi Partai Politik, sehingga ada kemajuan dalam administrasi sehingga akurasi dan sistematika pendaftaran, sistematika registrasi keanggotaan dan lain sebagainya menjadi jelas.

“Kita berharap semua lancar. Kita mengucapkan selamat bekerja kepada KPU. Kita juga mengimbau semua unsur menjaga demorkasi kita,” jelas Prabowo.

Prabowo menekankan Demorkasi bukan hanya soal menang atau kalah tetapi soal bagaimana melaksanakan suatu penjajakan dengan bersih, adil terhadap kehendak rakyat.

“Demokrasi sistem terbaik yang ada dalam peradaban manusia. Jadi kalau ada upaya untuk merongrong demokrasi, untuk menghalangi penjajakan kehendak rakyat, ini akan merugikan kita semua sebagai bangsa,” kata dia.

Gerindra, kata Prabowo, bertekad untuk ikut serta dalam demokrasi di Indonesia dengan penuh rasa tanggung jawab dan semangat untuk mengawal demokrasi demi kepentingan rakyat.

“Kami di politik bukan untuk ambisi pribadi, namun hanya untuk membela kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia,” kata Prabowo.

Sementara itu ketika ditanya mengenai target Gerindra dalam Pemilu 2019, Prabowo menjawab targetnya adalah memenangkan mandat rakyat Indonesia.

Sementari itu, PKS) yang mendaftarkan sebagai partai politik peserta dalam Pemilu 2019 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, Sabtu membawa 100 persen dokumen yang telah dipersyaratkan oleh KPU.

“Alhamdulillah 100 persen semua sudah kami penuhi dan lengkap seperti yang diminta oleh KPU pada pendaftaran tersebut ke Sistem Informasi Partai Politik KPU,” kata Ketua Biro Organisasi Kerja dan Administrasi Sekretariat Jenderal DPP PKS Muhammad Arvian dalam rilis, Sabtu.

Arvian memerinci dokumen pendukung yang pertama adalah formulir parpol tentang Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS.

Kemudian formulir model F1 berisi daftar susunan pengurus dan alamat partai politik tingkat pusat, serta data tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan.

Arvian mengatakan, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku di KPU, PKS akan menampilkan dokumen DPP 100 persen, dokumen 34 provinsi atau 100 persen, 75 persen dokumen seluruh DPD dan 50 persen dokumen pengurus tingkat kecamatan di seluruh Indonesia.

“Insya Allah kami bisa memenuhi itu. Kita berusaha melebihkan dari standar yang disyaratkan oleh KPU. Kita mengupayakan untuk lebih dari 75 persen. Termasuk dari daerah yang jauh sekali pun seperti Papua Barat,” katanya.

Ia mengklaim bahwa untuk persyaratan tingkat kecamatan juga dilebihkan dengan memasukkan seluruh daftar kepengurusannya.

PKS juga melampirkan rekapitulasi jumlah anggota partai politik dalam wilayah kabupaten kota dalam formulir F2. KPU menetapkan jumlah angggota PKS merupakan seribu orang atau seperseribu orang dari jumlah penduduk yang ada di sana.

Misalnya anggota kabupaten tersebut di bawah satu juta, PKS menggunakan yang seperseribu. Tapi jika jumlah populasi di atas satu juta, maka PKS menggunakan angka seribu.

Dari target 210 ribu orang, ujar Arvian, PKS berhasil mendata 280 ribu anggota PKS di seluruh Indonesia dan memenuhi syarat yang ditetapkan oleh KPU.

“Seluruh DPD kita di Indonesia berhasil melakukan pendataan anggota. Melebihi target yang telah kita tersebut. Dari situ kita masukkan semua ke Sistem Informasi Partai Politik KPU,” paparnya.

Sementara dalam formulir F3 tentang pernyataan keterwakilan perempuan minimal 30 persen, PKS melampirkan data juga dengan melebihi syarat yang diberikan oleh KPU. (esa/anc)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top