Polhukam

Polri dan OJK didesak Telusuri Aset dan Dana First Travel

PARLEMENTARIA.COM – Anggota Komisi VIII Syamsu Niang mendeskan Bareskrim Polri dan OJK menginvestigasinya dan menelusuri aset dan dana yang dimiliki biro perjalanan umroh First Travel (FT) disembunyikan.

“Saya akan ikut mencari dimana uang korban disimpan. Komisi VIII akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” kata Syamsu Niang ketika menerima para korban umroh FT, Kamis (12/10/2017).

Delegasi korban dan kuasa hukumnya menyatakan, dana FT yang sempat terkuak adalah sebesar Rp 1,5 triliun. Di mana dana sebesar itu disimpan, masih belum diketahui. Pimpinan dan anggota Komisi VIII juga bertanya-tanya, mengapa pemerintah dalam hal ini Kemenag begitu lamban menangani kasus ini.

Menurut Syamsu, banyak modus yang dilakukan para pemilik biro perjalanan untuk kepentingan pribadi. Syamsu lalu mengungkapkan, ada pemilik biro perjalanan umroh di Makasar yang sudah dipenjara selama dua tahun karena menggelapkan dana jamaah umroh. Tapi setelah bebas, dia malah ikut Pilkada. Para oknum pemilik biro perjalanan menghimpun dana masyarakat untuk memperkaya diri sendiri.

“Saya apresiasi kehadiran jamaah para korban ke Komisi VIII ini. Fraksi PDI Perjuangan akan mengawasi di mana aliran dana ini disimpan. Dan saya yakin dana yang Rp 1,5 triliun ini masih ada. Tidak mungkin dana sebesar ini dhabiskan,” ucap Syamsu. (chan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top