Opini

Refleksi 72 Tahun Kemerdekaan Indonesia

Oleh Drs. H. Setya Novanto, Ak., M.M.*

TAK terasa, negara yang kita cintai ini sebentar lagi akan memasuki usia ke-72 tahun. Kemerdekaan, seperti yang dikatakan Bung Karno, adalah “Jembatan Emas” bagi Bangsa Indonesia meninggalkan gelapnya penjajahan menuju kehidupan yang penuh cahaya harapan.

Bung Karno juga berpesan, perjuangan yang kita hadapi dalam mengisi kemerdekaan bisa lebih sulit, karena akan menghadapi bangsa sendiri. Realitanya, kini kita menghadapi ancaman disintegrasi bangsa yang begitu nyata.

Kita harus waspada terhadap pihak yang sibuk menularkan virus apatisme, sinisme, dan skeptisisme dalam masyarakat. Menyebarkan fitnah dan hoax di berbagai media sosial. Keberagaman yang merupakan rahmat dari Tuhan YME, malah digunakan untuk memunculkan sukuisme yang sempit, pertentangan agama maupun kepicikan wawasan. Sikap seperti ini harus kita hilangkan karena bisa menghasut dan memecah belah anak bangsa, merusak hakikat kemerdekaan, persatuan dan kesatuan bangsa yang sudah dengan susah payah kita dapatkan.

Sejarah menunjukan, Bangsa Indonesia adalah bangsa yang gigih merakit dan meledakan semangat perjuangan, bangsa yang dikenal dengan budi pekerti, keramahan, dan keberadabannya. Sikap inilah yang harus kita lestarikan. Kita tentu tidak ingin mewariskan perpecahan kepada generasi bangsa.

Memasuki usia ke-72 tahun. Kita harus menyegarkan kembali rasa persaudaraan sesama anak bangsa. Membudayakan kembali ideologi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sehingga banyaknya tantangan dan ancaman yang dihadapi dalam mengisi kemerdekaan tak akan menjadi masalah. Karena kita memiliki modal persatuan dan kesatuan yang kuat. Saya yakin semua elemen bangsa bisa bekerjasama menyukseskan pembangunan nasional sebagai pengamalan terhadap Pancasila dan bhakti kemerdekaan kepada Tanah Air.

Kita juga telah memiliki pondasi yang kokoh. Stabilitas politik yang terjaga dengan baik telah menjadi penyangga pembangunan nasional. Selain melaksanakan fungsi check and balances, DPR RI sesuai dengan peran dan fungsinya juga memberikan dukungan terhadap berbagai kebijakan pemerintahan Jokowi – JK.

Sebagai Ketua DPR RI, saya menyadari membangun bangsa tak bisa dilakukan hanya oleh satu lembaga negara saja. Butuh kerjasama yang erat antar lembaga negara. Terlebih dari itu, peran partisipasi masyarakat menjadi kunci utama.

Menjelang perayaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ke-72, saya ingin mengajak seluruh elemen bangsa, mari tinggalkan egoisme, hindari benih-benih perpecahan. Kita tunjukan kepada dunia, di usia ke-72 tahun bangsa kita semakin solid, semakin Kerja Bersama. (*Ketua DPR RI)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top