Profil

Punya Komitmen dan Loyal, Pasek Pantas Dipercaya Dampingi OSO Besarkan Hanura

KOMITMEN berorganisasi dan loyalitas terhadap pimpinan politisi senior kelahiran Singaraja, Bali, 21 Juli 1969, Gede Pasek Suardika sudah tidak perlu diragukan. Itu dibuktikan Pasek ketika dia menjadi kader Partai Demokrat yang kini dipimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Anggota Komisi III DPR RI 2009-2014 itu merupakan loyalis Anas Urbangningrum. Komitmen dan loyalitas Pasek tampak jelas bagaimana dia berjuang bersama loyalis lainnya memperjuangkan Anas menjadi Ketua Umum partai berlambang ‘Bintang Mercy’ tersebut.

Seperti diketahui, kala itu partai nasionalis religius yang lahir di era reformasi ini adalah pemenang pemilu 2009 dengan menempatkan sedikitnya 147 kadernya di parlemen. Demokrat boleh disebut partai penguasa dan pendukung utama periode kedua pemerintahan SBY.

Dengan perjuangan Pasek bersama loyalis lainnya, terpilihlah Anas sebagai Ketua Umum Demokrat melalui pemilihan yang berlangsung demokratis, mengalahkan Marzuki Alie (kala itu Ketua DPR RI-red) dan Andi Malarangeng yang disebut-sebut ‘anak emas’ serta kandidatnya SBY. Kala itu. Anas menjadi tokoh muda yang memimpin partai penguasa.

Seiring berjalannya waktu dan politik. Anas tersangkut kasus sehingga mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu berurusan dengan KPK. Dalam kondisi demikian, Pasek tidak menjauh dari Anas. Bahkan dia bersama loyalis lainnya tetap berada di kubu Anas.

Pada pemilihan legislatif 2014, Pasek tidak maju menjadi wakil rakyat dari Partai Demokrat. Dia memilih maju menjadi anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan Provinsi Bali.

Kini Pasek bergabung dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dibawah pimpinan Oesman Sapta Odang. “Saya dan loyalis lainnya diminta mas Anas untuk membantu Bang OSO (panggilan akrab Oesman Sapta Odang-red) untuk membesarkan Hanura. Permintaan mas Anas itu saya jalankan. Saya akan berusaha membesarkan Partai Hanura,” kata Pasek kepada Parlementaria.com dalam suatu kesempatan usai memberi keterangan pers di kediaman OSO beberapa waktu lalu.

Tidak banyak yang diceritakan Pasek kala itu. Namun, dia mengatakan, mengabdi itu dimana saja. “Kali ini saya dminta mas Anas untuk membesarkan Hanura bersama Bang OSO. Sebagai prajurit, amanah itu akan saya jalankan semaksimal mungkin,” kata dia.

Saat ini, Wakil Ketua MPR RI itu tengah menyusun kepengurusan DPP Hanura 20015-2020. Belum diketahui apakah Pasek masuk dalam skuad kepengurusan DPP Partai Hanura 2016-2020. “Saya tidak tahu masuk atau tidak dalam kepengurusan DPP Partai Hanura. Yang pasti, saya siap ditempatkan dimana saja.”

Pasek digadang-gadang bakal dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Hanura dibawah pepemimpinan OSO. Melihat pengabdian, loyalitas dan kemampuan Pasek dalam berorganisasi selama ini, tampaknya OSO tidak salah pilih kalau memberikan kepercayaan kepada Pasek sebagai Pendampingnya dalam menbjalankan organisasi partai dan membesarkan Hanura ke depan.

Bicara tentang kepengurusan Hanura mendatang, Pasek mengatakan, kepengurusan nanti sangat lengkap. Kader lama dan kader baru bergabung. Bahkan, sebagian besar kader baru yang bergabung memiliki pengalaman untuk ikut membesarkan Partai Hanura.

“Saya ibaratkan Partai Hanura adalah sepakbola nasional. Ada pemain asli Indonesia dan pemain hasil naturalisasi. Kami memiliki tujuan yang sama, yaitu mencapai target juara,” kata Pasek.

Anggota DPD asal Bali ini yakin, penyusuan kepengurusan sekarang akan melahirkan komposisi ideal. Indikasinya, kata dia karena Wiranto-Oesman Sapta Odang memiliki kesamaan visi perjuangan.

“‎Ini dwi tunggal, Pak Wiranto dan Pak Oso (Oesman Sapta Odang-red), menjadi magnet elektoral susunan formasi kepengurusan. Dua potensi menjadi satu. Dua raga dalam satu jiwa,” demikian I Wayan Gede Pasek Suardika. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top