HeadLine

MUI Praperadilan Jika Gelar Perkara Penodaan Agama Dinyatakan Polisi Tak Salah

JAKARTA– Majelis Ulama Indonesia (MUI) siap mengajukan gugatan praperadilan jika pada gelar perkara kasus dugaan penonadaan agama dinyatakan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak bersalah.

“Bilakesimpulan polisi dalam kesimpulan gelar perkara Ahok berpandangan, tidak ditemukan dugaan penistaan dan penodaan agama, kita akan lawan dengan mekanisme hukum. Kita ajukan praperadilan,” kata Tim Advokasi MUI Ahmad Yani dalam keterangan yang diterima Parlementaria.com, Selasa (15/11).

Tim advokasi MUI bakal mengawal proses hukum yang sedang berjalan terkait dugaan penodaan agama yang dilakukan Ahok.
MUI menghormati sikap Polri melakukan gelar perkara Selasa (15/11). Namun, pihaknya tidak memperkenankan disiarkan langsung oleh media.

Melalui gelar perkara ini, penyidik akan memutuskan tentang kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus itu. Jika ada, dilanjutkan ke proses penyidikan.

Pandangan tim advokasi MUI yang beranggotakan 481 orang, gelar perkara tidak diperlukan karena kasus ini sudah memenuhi unsur-unsur pidana. “Ada atau tidak gelar perkara, kasus ini sudah memenuhi unsur pidana. Gelar perkara hak kepolisian, silakan saja,” ujar Ahmad.

Dia meminta perwakilan tim advokasi MUI untuk diikutkan dalam gelar perkara. Dalam gelar perkara itu, Polri mengundang 20 saksi ahli perwakilan berbagai instansi dan lembaga terkait.

Para saksi ahli secara bergiliran memberikan pandangannya sesuai bidang keahlian masing-masing. Gelar perkara dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top