HeadLine

Bawaslu: Pasangan Petahana Ahok-Djarot Gunakan Fasilitas Negara Buat Kampanye

JAKARTA– Calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta yang maju pada pemilihan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni terbanyak melakukan pelanggaran selama kampanye yang dimulai akhir Oktober lalu.

“Dari 28 Oktober sampai 10 November 2016 pasangan Agus-Sylviana diduga melakukan 15 pelanggaran,” kata Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Mimah Susanti, Sabtu (12/11).

Bawaslu juga mendata Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno melakukan enam pelanggaran.

Dugaan pelanggaran yang dilakukan pasangan Agus-Sylviana yakni keberadaan relawan yang belum terdaftar, tidak ada izin kampanye, keterlibatan anak di bawah usia dan pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) yang tidak sesuai ketentuan.

Pelanggaran yang diduga dilakukan pasangan Ahok-Djarot berupa penggunaan fasilitas negara, relawan belum terdaftar dan kegiatan yang tidak memiliki izin kampanye. Pelanggaran Anies-Sandiaga dugaan politik uang, keterlibatan anak-anak, penggunaan tempat ibadah dan tidak ada izin kampanye.

Karena itu, Mimah meminta para pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta yang bakal maju pada Pilkada serentak mematuhi aturan dan menjaga keamanan melalui kampanye damai.

Sepanjang28 Oktober-10 November 2016, Bawaslu DKI juga menerima laporan 137 lokasi kampanye yang dilakukan tiga pasangan calon. Kampanye meliputi 31 lokasi di Jakarta Barat, 10 lokasi (Jakarta Pusat), 27 lokasi (Jakarta Timur), 24 lokasi (Jakarta Utara), 44 lokasi (Jakarta Selatan) dan satu titik di Kepulauan Seribu.

Anies-Sandiaga terbanyak melaporkan lokasi kampanye yang tersebar pada 82 lokasi, pasangan Ahok-Djarot melaporkan 52 lokasi kampanye dan Agus-Sylviana sebanyak satu lokasi.

Bawaslu DKI menemukan 32 spanduk yang mengandung unsur kampanye negatif terdiri dari 18 spanduk di Jakarta Pusat, tujuh spanduk di Jakarta Timur, tiga spanduk di Jakarta Barat, dua spanduk di Jakarta Selatan dan Jakarta Utara.

Mimah menuturkan petugas pengawas pemilu telah menindak langsung beberapa temuan pelanggaran dan sebagian masih proses tindak lanjut.

Tindakan yang dilakukan petugas seperti pembubaran kampanye pasangan Ahok-Djarot di RPTRA Jakarta Selatan dan teguran terhadap calon Wakil Gubernur Sylviana saat mendatangi majelis taklim di Kelapa Gading Jakarta Utara, Anies-Sandiga ditindak karena dugaan melakukan politik uang saat kampanye. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top