HeadLine

Survei LSI: Elektabilitas Ahok-Djarot Melorot

ahok-djarotJAKARTA – Berdasarkan hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI), elektabilitas pasangan calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) terus melorot, yaitu diangka 24,6 persen.

Turunnya suara Ahok tidak berpindah ke pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni (Agus-Sylviana) dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandiaga), tapi ke swing voters (tidak menentukan pilihan).

Meski demikian, Ahok-Djarot masih di urutan pertama dan disusul Agus-Sylviana berada di peringkat kedua (20,9 persen), dan Anies-Sandiaga peringkat ketiga (20 persen). Sedangkan swing voters (belum menentukan pilihan) 34,5 persen dan naik 6,3 persen jika dibanding pada Oktober 2016 yakni 28,2 persen.

“Suara Ahok di bawah swing voters,” kata peneliti LSI, Adjie Alfaraby, saat merilis survei terbaruny di Kantor LSI, Jalan Pemuda nomor 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (10/11).

Salah satu penyebab melorotnya elektabilitas Ahok menurut survei LSI tesebut adalah efek dari kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Ahok. Sebanyak 70 persen warga ibu kota menyatakan Ahok bersalah atas kasus tersebut.

Jika lebih dikerucutkan berdasarkan afiliasi warga ke organisasi-organisasi Islam, ditemukan bahwa mayoritas warga Muhammadiyah (85,7 persen), Nahdlatul Ulama (85 persen), dan Persatuan Islam (75 persen) menyatakan Ahok bersalah. Sedangkan FPI dan Ikhwanul Muslimin sepakat 100 persen Ahok salah.

Selain itu, tingkat kesukaan warga terhadap Ahok juga terus mengalami penurunan. Dari 71,3 persen di bulan Maret, merosot jadi 68,9 persen di Juli, dan tersisa 58,2 persen di bulan Oktober. “Pada bulan ini, tingkat kesukaan warga kepada Ahok berada di bawah 50 persen, atau 48,3 persen saja,” sambung Adjie.

Terakhir, yang membuat elektabilitas Ahok merosot adalah masalah personality dan kebijakan yang diambil Ahok dianggap memiliki kepribadian yang dipersepsikan sangat arogan oleh publik.

“Kebijakan penggusuran dan reklamasi yang dipersepsikan membela pemodal dan persepsi Jakarta tidak akan stabil jika Ahok memimpin kembali, turut menyumbang kemerosotan elektabilitas Ahok,” jelasnya.

Survei dilakukan pada tanggal 31 Oktober hingga 5 Oktober 2016 di Jakarta. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden yang dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of Error survei ini plus minus 4,8 persen. (esa)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top