Daerah

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, DPR Dorong Penerbangan Langsung ke Raja Ampat

JAKARTA– Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan transportasi mendukung penerbangan langsung ke Bandara Marindra, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Langkah itu bertujuan untuk meningkatkan wisatawan termasuk pelancong asing datang ke objek wisata Raja Ampat.

Selain penerbangan langsung ke Raja Ampat, anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Demokrat (PD) Anton Sukartono Suratto dalam siaran pers DPR RI yang diterima Parlementaria.com, Minggu (5/11), pihaknya juga mendorong pengembangan bandaranya agar menjadi lebih baik.

Seperti diberitakan, beberapa waktu lalu Komisi V DPR RI melakukan Kunjungn Kerja (Kunker) ke Papua Barat. Mereka juga meninjau Bandara Marinda, di Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Dikayakan, pariwisata di Raja Ampat merupakan sektor yang luar biasa. Sesuai dengan arahan Jokowi, diharapkan Bandara Marinda bisa sama dengan Bandara Sorong. Jadi pesawat bisa direct seperti dari Surabaya atau Jakarta langsung ke Raja Ampat.

“Bagaimana kita mau memajukan pariwisata di Raja Ampat, kalau harus transit di Sorong, baru dilanjutkan boat dengan jarak tempuh sekitar dua setengah jam,” ungkap wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor tersebut.

Dikatakan, bagaimana orang mau datang ke Raja Ampat kalau penerbangan saja sangat sulit serta berbiaya mahal. “Dulu dunia tahunya Bali dan yang sekarang masa depannya adalah Raja Ampat. Karena itu, Komisi V sangat peduli untuk memaksakan agar bandara ini menjadi lebih bagus,” harap Anton.

Kepala Bandara Marinda Raja Ampat, Uspin mengapresiasi kehadiran Komisi V DPR yang meninjau bandara Marinda. Uspin menjelaskan kondisi bandara yang diresmikan pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) 9 Mei 2012.

Bandara yang dikelola Kemenhub sejak 2015 memiliki panjang landasan 1.400 meter dengan lebar 30 meter, dan sudah memiliki dua apron, dimana apron pertama luasnya 60×40 meter, sementara apron kedua 90×75 meter.

“Untuk sementara kami masih melayani penerbangan perintis. Penerbangan perintisdiberikan untuk mengakomodir pergerakan penumpang yang ada di Kabupaten Raja Ampat. Jadi, rutenya Sorong ke Waisai. Schedulenya cuma seminggu tiga kali yakni Senin, Rabu dan Jumat. Itu hanya satu kali.”

Sesuai dengan arahan dari pusat, pihak pengelola Bandara Marindadiharapkan bisa menarik airline untuk berminat masuk ke Waisai guna melakukan penerbangan.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan Dirut Wings Air, dan sekarang tinggal menunggu eksekusinya saja. Kami berharap tidak lama lagi, kalau bisa tahun ini juga,” terang Uspin.

Terkait dengan pengembangan bandara, pada tahun 2016, pihaknya hanya melakukan kegiatan fisik pelebaran runway strip untuk pemenuhan standar agar bisa didarati pesawat berbadan lebar sekelas ATR 72. “Puji Tuhan kegiatan itu telah selesai 100 persen Oktober,” terang Uspin.

Mengenai rintangan dalam pengembangan bandara, pihaknya mengusulkan ditahun depan dapat melakukan pemangkasan bukit di sebelah utara. Namun kendala yang paling besar, lanjut Uspin, adalah belum adanya master plan pengembangan bandara Marinda. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top