HeadLine

Izin MPR-DPR Buat Pendemo Istirahat di Komplek Parlemen Ditolak Kapolda Jaya

JAKARTA– Dua pimpinan lembaga tinggi negara, Zulkifli Hasan (MPR RI) dan Ade Komarudin (DPR RI) sudah mengizinkan pengunjuk rasa istirahat di komplek parlemen Senayan, Jakarta.

Namun, uluran Ketua MPR RI dan DPR RI itu ditolak Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan. Bahkan orang nomor satu di jajaran kepolisian Jakarta itu menegaskan massa aksi Bela Islam II yang berdemo di depan Gedung DPR tidak diperbolehkan masuk ke komplek wakil rakyat tersebut.

“Kan batas orasi sudah ada, di depan pagar itu batas mereka melakukan orasi dan tidak boleh di dalam (gedung parlemen),” kata Iriawan saat meninjau keamanan di Gedung MPR/DPR/DPD, Sabtu dini hari.

Dikatakan, demonstran sudah diterima Wakil Presiden Jusuf Kalla sehingga aspirasinya bisa disampaikan dan hal itu sebenarnya sudah selesai. Kehadiran demonstran di gedung DPR adalah kehendak mereka sendiri padahal aspirasinya sudah diterima Wapres. “Kami biarkan saja, silakan, kita kuat-kuatan.”

Kalau dinilai perlu ada penambahan, dilakukan penambahan personel pengamanan Gedung Parlemen. Namun, belum ada arahan untuk peningkatan status Jakarta dari Siaga Satu. “Status Siaga Satu memang sudah dari beberapa hari lalu, tidak ada peningkatan status,” demikian Iriawan. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top