Polhukam

Sandiaga Uno: Ahok Harus Transparan Asal Dana Untuk Kampanye Pilgub 2017

JAKARTA– Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) harus tranparan dan membuka ke publik besarnya dana kampanye untuk pilkada serentak 15 Pebruari 2017 termasuk dari mana dana itu diperoleh.

Karena itu, Sandaigo Uno yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahetara (PKS) sebagai calon Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Pilgub mendatang mengajak Ahok melakukan transparansi dana pencalonan kepada publik.

“Saya mengundang Pak Basuki melakukan hal yang sama, membuka secara transparan jumlah dana (pencalonan) yang didapat dari siapa dan digunakan untuk apa,” kata Sandiaga dalam konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (13/10).

Undangan tersebut dilayangkan Sandiaga kepada Ahok dengan tujuan mendorong demokrasi Indonesia yang lebih transparan dan efisien, yang mana hal itu perlu dimulai dari calon pemimpin ibu kota.

“Kalau Mas Anies dan Mas Agus enggak berkampanye selama setahun ini, yang sudah melakukan kegiatan bersama kami selama ini Pak Basuki, jadi saya undang,” tambahnya.

Pengusaha asal Gorontalo, Sulawesi ini mengatakan, telah menghabiskan dana Rp29,3 miliar hingga September 2016, untuk sejumlah kegiatan pencalonan dirinya menuju Pilkada 2017.

Pendiri Grup Saratoga ini mengungkapkan bahwa dana yang digunakan itu merupakan uang pribadinya dan berasal dari kegiatan yang tidak melanggar hukum. “Secara konkret, sumber dana semuanya dari tabungan dan pecahin celengan.”

Dikatakan, Rp25,6 miliar atau sebagian besar dana itu digunakan untuk berinteraksi dengan masyarakat ibu kota hampir setahun. “Jadi, 87 persen danaitu jatuh ke sosialisasi, media observasi, akseptabilitas, kegiatan bulan puasa yang bersifat sosial, penyuluhan, pelatihan dan blusukan, serta kegiatan yang menyentuh aspirasi masyarakat.”

Selanjutnya, menurut dia, sebanyak enam persen atau sebesar Rp1,8 miliar telah dipakai untuk kebutuhan logistik, teritori, dan jaringan.

Pada Pilgub nanti, ada tiga pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur hingga pendaftaran resmi ditutup oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta 23 September lalu. Mereka adalah Ahok dan Djarot Saiful Hidayat. Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN serta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan PKS. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top