HeadLine

MPR RI: Sebagai Petahana, Ahok Harus Bijak Keluarkan Pendapat

[JAKARTA] Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan minta para pasangan calon (paslon) yang bakal khususnya paslon untuk Pilgub DKI Jakarta yang bakal maju pada Pilkada serentak 15 Pebruari tahun depan agar mengedepankan pertarungan ide dan gagasan, bukan menyinggung isu SARA yang akan merusak persatuan dan keberagaman bangsa.

Khusus kepada Basuki Tjahaja Purnama, Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini berpesan agar lebih bijak saat mengeluarkan pendapat atau saat sedang bekerja karena aksi dari pemimpin tentu akan menimbulkan rekasi dari masyarakat.

“Pemimpin harus bijaksana karena jika ada aksi maka ada reaksi. Jadi pemimpin harus bijak, bukan masyarakatnya yang didesak bijak, tapi pemimpinnya,” kata Zulkifli seperti siaran pers Humas MPR RI, Selasa (11/10).

Mnteri Kehutanan 2009-2014 ini mengajak semua kandidat paslon gubernur DKI tidak menyinggung isu sensitif yang memecah belah karena pemilihan gubernur sejatinya adalah arena untuk mencari pemimpin terbaik.

“Jangan menyinggung soal isu sensitif yang akan memecah belah. Adu konsep dan adu gagasan. Kontestasi ini untuk memilih pemimpin dari sesama yang bersaudara untuk mencari yang terbaik.”

Dia menanggapi positif langkah Ahok, yang meminta maaf terkait ucapannya yang menyebutkan Alquran Surat Al-Maidah 51 di hadapan warga Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, 27 September 2016.

Purnama alias Ahok, pernah bersekolah SD dan SMP negeri di Belitung, (saat ini) Kepulauan Bangka Belitung. “Tentu kami sambut positif permohonan maaf, namun saya berpesan kepada kandidat kontestasi pemilihan gubernur DKI, silakan beradu konsep dan beradu gagasan. Jangan sampai Pilkada merusak persatuan dan keberagaman,” demikian Zulkifli Hasan. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top