Polhukam

Menag Lukman Minta Paslon Pilkada Kemas Isu Agama Secara Beradab

lukmJAKARTA– Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin minta pasangan calon (paslon) yang maju pada Pilkadea serentak 15 Pebruari 2017 melakukan kampanye secara beradab.

Salah satu caranya, ungkap politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan mengedepankan kampanye bersifat promotif (mengajak) ketimbang konfrontatif (menyerang).

Alasannya, Wakil Ketua MPR RI 2009-2014 tersebut, pilihan kampanye bersifat promotif akan menunjukkan tingginya kualitas bangsa Indonesia dalam berdemokrasi. Dampaknya juga akan terasa lebih baik.

Rakyat bisa lebih jernih menilai visi-misi yang ditawarkan setiap paslon sehingga lebih obyektif dalam menentukan pilihan. “Kita manusia Indonesia yang beradab. Dalam pesta demokrasi seperti Pilkada pun, kita hendaknya menjaga sikap toleransi dan tenggang rasa atau tepo seliro.”

Menurut Menag, masyarakat Indonesia yang majemuk, isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) memang sulit dielakkan dari dinamika Pilkada. Dapat dimaklumi pula jika orang memilih pasangan calon yang dianggapnya terbaik berdasarkan preferensi SARA.

Di negara yang demokratis, setiap orang berhak menentukan pilihan sesuai pandangan, alasan dan keyakinannya. Namun, isu SARA terutama agama dapat dikemas secara lebih beradab agar tidak merusak keharmonisan sesama anak bangsa.

Lukmn mencontohkan, memanipulasi tafsir ayat agama untuk menjelekkan calon tertentu merupakan tindakan yang rentan konflik. Pernyataan yang melecehkan, menista atau menjelekkan isi ayat suci juga menandakan perbuatan tidak beradab.

“Saya meminta paslon, tim sukses agar tidak mencederai keagungan agama dengan tindakan seperti memanipulasi, menista, melecehkan, apalagi menjelek-jelekkan ajaran agama. Jangan melakukan kampanye kotor, atau menggunakan agama untuk membenarkan tindakan negatif,” kata Lukman.

Menag juga mengingatkan penyelenggara Pilkada agar lebih peka terhadap penggunaan isu agama. “Jika ada pelanggaran terkait soal ini, sebaiknya segera ditangani. Gejala yang dapat menurunkan kualitas Pilkada akibat konflik agama juga harus segera diantisipasi,” pinta Lukman.

Lukman berharap Pilkada 2017 diikuti rakyat sebagai proses kompetisi mencari pemimpin warga dan bukan perang memperebutkan kekuasaan belaka. “Dari proses yang berkualitas akan terpilih pemimpin yang lebih amanah dalam membawa kemajuan daerah,” demikian Lukman Hakim Saifuddin. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top