Polhukam

Tifatul Sembiring: Omset Bisnis Porno Menggiurkan

tifatulJAKARTA – Ketua Fraksi PKS di MPR Tifatul Sembiring  mengungkapkan, omset bisnis porno memang betul-betul mennggiurkan. Dia mencontohkan , ketika dia menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo),  di tahun 2012 saja  transaksinya mencapai 10 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 130 triliun.  Omset dari pengguna nomor Telkomsel saja di Indonesia mencapai Rp 500 triliun dari pengguna sekitar 370 juta orang pengguna.

“Jumlah situs sendiri di dunia mencapai 3 miliar, dan dari jumlah itu kita tidak tahu berapa jumlah situs pornonya. Dulu, Kominfo menutup sejutaan situs,” kata Tifatul dalam dialog Empat Pilar MPR ‘Fenomena Penyimpangan dan Degradasi Moral Masyarakat’ bersama Kepala Devisi Sosialisasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda MPd, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (19/9).

Menurut Tifatul,  penutupan situs itu tidak perlu anggaran, karena yang menutup adalah operator. Tapi, dampaknya muncul situs LGBT (lesbian, gay, dan biseksual, dan trangender). Karena itu politisi PKS itu meminta semua pihak mencermati RUU Kekerasan Seksual Terhadap Anak, yang justru melegalkan LGBT tersebut.

Pemblokiran yang paling efektif tersebut kata Tifatul adalah dari otak dan hati setiap orang, sehingga orang tua dalam keluarga wajib mengontrol dan mendidik anak-anak agar anak-anak beriman takwa, berakhlak mulia, menjadi anak yang soleh-solehah sebagai calon pemimpin bangsa ke depan.

“Jadi, kita harus kembali ke jati diri bangsa, dan menghidupkan kembali ke local wisdom (kearifan lokal) berbarengan dengan terus-menerus melakukan sosialiasi empat pilar. Jadi, tanpa nilai-nilai agama, keluarga, Pancasila dan Ketuhanan Yang Maha Esa, maka kita tak akan memiliki pegangan hidup (way of life), dan akan lepas control dan berbahaya bagi anak bangsa ini,” katanya.

Terkait dengan sosialisasi Empat Pilar MPR, dia menghimbau semua anggota MPR betul-betul melakukannya dengan baik dan sungguh. “Harus melakukan sosialisasi Empat Pilar ini dengan sungguh-sungguh. Jangan Cuma mengambil SPJ-nya yang cukup besar tidapi tidak melakukan sosialisasi Empat Pilar dengan baik,” kata Tifatul.

Erlinda menilai penyimpangan seksual khususnya terhadap anak ini sudah darurat. Sama halnya dengan narkoba yang bisa merusak anak-anak bangsa ke depan. “Masak dalam kasus prostitusi anak di Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu itu, anak-anak sudah didoktrin kalau mau menjadi orang hebat dan terkenal, maka gaya hidupnya harus begini (LGBT),” jelasnya.

Namun dia menyayangkan ternyata di lapangan banyak elemen masyarakat yang tidak memiliki komitmen sama tentang penghapusan kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak ini. Hal itu banyak terjadi di NTB, NTT, dan Pantura Jawa.

“Ini bencana nasional khususnya di daera-daerah terpencil itu eksploitasi anak ini sangat mengerikan. Bahkan ada anak yang harus melayani 4 hingga 13 lelaki hidung belang. Jadi, mau dibawa kemana peradaban bangsa ini?” kata Erlinda mempertanyakan. (chan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top