Daerah

Wulan Chaniago: Rumpun Minang Pukau Masyarakat di Brussel

JAKARTA– Seniman asal Sumatera Barat, Wulan Panyalai Chaniago yang menetap di Paris, Prancis memukau penonton yang menyaksikan acara ‘Rumpun Minang Belgia’ dengan membawakan Tari Pacah Piriang dan tari Baju Kuruang di Brussel, Belgia, beberapa waktu lalu.

“Acara tahun ini juga dimeriahkan lagu-lagu Minang dan berbalas pantun. Wah, bahagianya bisa berbagi seni Budaya dengan Urang Awak di Rantau,” kata Wulan yang juga menyumbang Tari Baju Kurung di acara halal bi halal Rumpun Minang Belgia itu.

Tahun ini Rumpun Minang beruntung dapat menampilkan artis kawakan Minangkabau, Wulan Panyalai-Chaniago dari Keluarga Minangkabau yang lama menetap di Paris. Penari-penari dan pemusik adalah anak-anak Urang Awak yang ada di Belgia.

Rumpun Minang Belgia yang terbentuk2014, pada saat kawan-kawan Minangkabau berkumpul bersama bersilahturahmi secara berkala. Mereka kemudian sepakat membuat pesta/acara Minangkabau tahunan.

Acara juga bertujuan untuk memperkenalkan adat istiadat dan budaya Minangkabau kepada warga Eropa, mempromosikan wisata Sumbar, sekaligus memperdalam rasa cinta tanah air dalam diri masyarakat perantauan.

Rumpun Minang Belgia juga beraspirasi menjalin kerja sama dengan kelompok-kelompok etnis Indonesia lainnya di Belgia dalam kerangka keragaman budaya Indonesia.

Secara organisasi, Rumpun Minang Belgia saat ini masih menganut sistem musyawarah mufakat dalam arti belum mempunyai kerangka yang lengkap.

Secara lepas Rumpun Minang diketuai oleh Muhammad Iqbal. Namun, pelaksanaan sehari-hari dimusyawarahkan di antara aktivis yang praktis terjun dalam segala penyelenggaraan menyangkut kegiatan Rumpun Minang. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top