JAKARTA– Tingkat keterpilihan (elektabilitas) Prof DR Yusril Ihza Mahendra untuk maju pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta terus meningkat dan bahkan sudah mendekati patahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI) merilis hasil survei yang menyebutkan elektabilitas Yusril sudah mendekati calon incumben, Basuki Tjahaja Purnama.
Survei yang menggunakan metode multistage random dengan jumlah sampel 440 orang dari enam wilayah Jakarta, margin error 4,8 persen pada rentang waktu 21 sampai 27 Mei 2016 itu menyebutkan elektabilitas Yusril sudah mencapai angka 19.
Ahok dari survei LSPI masih tetap diatas para calon lainnya yakni 23. Namun, Pilgub DKI Jakarta dilangsungkan awal tahun depan. Jadi, masih ada waktu buat Yusril untuk meningkatkan elektabilitas dia guna bersaing dengan Ahok memperebutkan kursi Jakarta Satu 2017-2022.
Selain Ahok dan Yusril, Walokota Surabaya. Tri Rismaharani yang ikut disurvei LSPI baru memiliki elektabilitas enam persen, sama dengan Sandiaga Uno.
“Alhamdulillah, rakyat Jakarta yang diwakili para responden sudah makin terbuka dan cerdas,” ujar Yusril dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/6).
Lebih jauh, Yusril mengatakan keyakinan elektabilitasnya akan terus naik bahkan mampu melampaui Ahok. Pakar hukum tata negara tersebut menilai bahwa masalah Rumah Sakit Sumber Waras dan proyek reklamasi Teluk Jakarta turut mengurangi kepercayaan warga terhadap Ahok.
“Saya percaya rakyat tidak akan memilih figur yang bermasalah dalam kepemimpinannya. Apalagi saat ini desakan agar KPK menjadikan Ahok sebagai tersangka sangat kuat di masyarakat,” anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid Satu itu.
Untuk Pilgub DKI Jakarta mendatang, Yusril merupakan salah satu dari sejumlah bakal calon gubernur DKI Jakarta antara lain Sandiaga Uno, Sjafrie Sjamsoedin, Mischa Hasnaeni Moein, Muhammad Idrus dan Adhyaksa Dault. (rendy)






